Gedung Baru Satpol PP-Damkar Meranti Mulai Dibangun, Wan Zulkifli Berharap Pelayanan Kedepannya Harus Semakin Baik

banner 468x60

Gedung Baru Satpol PP-Damkar Meranti Mulai Dibangun, Wan Zulkifli Berharap Pelayanan Kedepannya Harus Semakin Baik

Kasat Satpol-PP dan Damkar

SELATPANJANG — Sebuah babak baru dimulai bagi Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) Kabupaten Kepulauan Meranti.

banner 336x280

Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin besar, pembangunan gedung kantor baru Satpol PP-Damkar mulai dikerjakan, Bukan sekadar membangun sebuah bangunan, proyek ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan aparatur dalam menjaga ketertiban, melindungi masyarakat hingga merespons keadaan darurat.

Pembangunan gedung yang berada di Jalan Merdeka, Kecamatan Tebing Tinggi itu mulai dikerjakan sejak sekitar 30 Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada 24 November 2026.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kepulauan Meranti, Wan Zulkifli, mengatakan pembangunan gedung tersebut diharapkan dapat menghadirkan fasilitas kerja yang lebih representatif bagi personel.

“Kita berharap gedung ini nantinya bisa memberikan fasilitas yang lebih baik bagi anggota dalam menjalankan tugas, yang penting pekerjaannya sesuai spesifikasi, selesai tepat waktu dan bisa memberikan manfaat untuk pelayanan masyarakat,” ujar Wan Zulkifli.

Investasi untuk Pelayanan Publik
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pembangunan gedung tersebut merupakan kegiatan pengadaan barang milik daerah penunjang urusan pemerintahan daerah.

Pekerjaan bersumber dari APBD Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp2.408.295.824,49. Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV Graha Tracindo, sementara konsultan pengawas adalah CV Putri Adifa Consultant.

Wan Zulkifli menjelaskan, nilai pembangunan sebelumnya direncanakan mencapai sekitar Rp2,7 miliar. Namun dalam proses tender, perusahaan pemenang menawarkan harga di bawah nilai yang direncanakan.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi keuntungan bagi pemerintah daerah karena pekerjaan dapat dilaksanakan dengan nilai yang lebih rendah.

Namun, di balik angka-angka anggaran tersebut, terdapat harapan yang jauh lebih besar, bagaimana gedung yang dibangun dengan uang rakyat itu benar-benar menghasilkan manfaat yang kembali dirasakan masyarakat.

Dalam pelaksanaan pembangunan gedung baru tersebut, Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kepulauan Meranti, Wan Zulkifli, menyampaikan bahwa pekerjaan proyek juga mendapat pendampingan dari pihak Kejaksaan dalam pelaksanaannya.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat memastikan proses pembangunan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mulai dari pelaksanaan pekerjaan, pemenuhan spesifikasi teknis hingga penyelesaian proyek sesuai kontrak.

“Kita juga didampingi dari pihak kejaksaan dalam pelaksanaan kegiatan ini, Harapannya tentu pekerjaan dapat berjalan sesuai aturan, sesuai spesifikasi dan tidak ada persoalan di kemudian hari, Kita ingin pembangunan ini selesai tepat waktu dan hasilnya benar-benar bisa dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan,” ujar Wan Zulkifli.

Menurutnya, pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah daerah dapat dilaksanakan secara tertib dan bertanggung jawab.

Bagi pemerintah daerah, keberadaan pendampingan bukan hanya berkaitan dengan aspek administrasi dan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga agar proses pembangunan berjalan transparan serta memberikan kepastian terhadap pelaksanaan pekerjaan.

Dengan nilai kontrak mencapai Rp2,4 miliar lebih, pembangunan gedung tersebut diharapkan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga menghasilkan bangunan yang sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Wan Zulkifli menegaskan bahwa pihaknya berharap seluruh pihak yang terlibat dalam pekerjaan dapat menjalankan tanggung jawab masing-masing sehingga pembangunan dapat diselesaikan sesuai target.

“Yang paling penting bagi kita, pekerjaan ini berjalan sesuai kontrak, kualitasnya baik, selesai tepat waktu dan nantinya dapat memberikan manfaat bagi anggota dalam melaksanakan tugas serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Satpol PP dan Damkar memiliki tugas yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, Ketika ketertiban umum terganggu, Satpol PP berada di garis depan, Ketika kebakaran terjadi, personel Damkar dituntut bergerak cepat, Ketika masyarakat membutuhkan perlindungan dan penyelamatan dalam situasi darurat, mereka kembali menjadi salah satu unsur yang diharapkan hadir paling awal.

Karena itu, keberadaan fasilitas kerja yang layak bukan semata persoalan kenyamanan kantor.

Dengan gedung yang lebih representatif, diharapkan koordinasi, administrasi, pembinaan personel serta pelaksanaan tugas operasional dapat berjalan lebih baik.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya berdiri kokohnya bangunan, tetapi sejauh mana fasilitas tersebut mampu mendukung aparatur memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pembangunan gedung ini memiliki rentang waktu pelaksanaan sekitar empat bulan,
Waktu tersebut bukan sekadar hitungan kalender bagi pemerintah daerah dan pelaksana pekerjaan.

Ada tanggung jawab untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kontrak, spesifikasi teknis, standar keselamatan kerja dan target waktu yang telah ditetapkan.

Papan informasi proyek juga mencantumkan bahwa pekerjaan telah dilindungi BPJS Ketenagakerjaan serta mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja, Artinya, pembangunan tidak hanya dituntut menghasilkan bangunan yang selesai, tetapi juga proses pekerjaan yang dilaksanakan secara bertanggung jawab.

Dari Gedung Baru, Harapan Baru
Bagi masyarakat Meranti, gedung baru Satpol PP-Damkar kelak bukan hanya tempat para aparatur bekerja, Gedung itu akan menjadi salah satu wajah pelayanan pemerintah daerah.

Dari tempat tersebut, diharapkan lahir pelayanan yang lebih cepat, koordinasi yang lebih solid dan kesiapsiagaan yang semakin kuat, Sebab bagi masyarakat, kehadiran Satpol PP dan Damkar paling terasa bukan ketika mereka melihat sebuah gedung berdiri megah.

Kehadiran itu terasa ketika aturan ditegakkan dengan humanis, ketika ketertiban dijaga, ketika api mengancam rumah dan harta benda, atau ketika sebuah keadaan darurat membutuhkan pertolongan dalam hitungan menit, Karena itu, pembangunan gedung baru ini seharusnya menjadi lebih dari sekadar proyek fisik.

Ia adalah investasi pemerintah daerah untuk memperkuat orang-orang yang berada di garis depan pelayanan masyarakat, Dan ketika pembangunan selesai pada November nanti, tantangan sesungguhnya justru dimulai, memastikan gedung baru tersebut melahirkan pelayanan yang benar-benar semakin baik, semakin cepat dan semakin dekat dengan masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *