Opini Keras: Publik Terlalu Cepat Menghakimi, Iwan Pansa Jadi Korban Trial by Media

Berita, Riau182 Dilihat
banner 468x60

Publik Terlalu Cepat Menghakimi, Iwan Pansa Jadi Korban Trial by Media

 

banner 336x280

Pekanbaru. Lagi-lagi publik kita menunjukkan wajah lamanya: cepat menghakimi, lambat memahami.

Video keributan yang menyeret nama Iwan Pansa langsung viral. Tanpa menunggu penjelasan, tanpa mencari konteks, tanpa peduli fakta utuh—vonis sosial langsung dijatuhkan. Di media sosial, semua mendadak jadi hakim. Semua merasa paling tahu. Semua merasa paling benar.

Padahal yang beredar hanya potongan video. Bukan kronologi lengkap. Bukan rekaman utuh.

Tapi cukup untuk membakar opini.
Ini bukan lagi soal siapa yang benar atau salah, ini soal bagaimana publik dengan mudahnya menggiring seseorang ke “kursi pesakitan digital” hanya karena satu cuplikan yang belum tentu mewakili kejadian sebenarnya.

Ironisnya, banyak yang lupa: saksi di lokasi justru menyebutkan bahwa insiden itu diduga dipicu oleh kesalahpahaman. Artinya, situasinya jauh dari hitam-putih seperti yang dibayangkan warganet.

Namun narasi yang berkembang sudah telanjur liar. Label sudah ditempel. Citra sudah digiring. Dan Iwan Pansa—tanpa pembelaan, tanpa klarifikasi—sudah “dihakimi”.

Inilah penyakit serius ruang publik kita: lebih suka sensasi daripada verifikasi, lebih cepat emosi daripada logika.
Apakah kita benar-benar peduli pada kebenaran? Atau hanya menikmati drama dan keramaian?

Kalau setiap video viral langsung dijadikan dasar untuk menghancurkan reputasi seseorang, maka siapa pun bisa jadi korban berikutnya. Hari ini Iwan Pansa. Besok bisa siapa saja.

Ini bukan pembelaan buta. Ini peringatan keras: publik harus berhenti merasa sebagai pengadilan, Sebab keadilan tidak lahir dari potongan video, apalagi dari komentar-komentar emosional di media sosial.

Kalau masih ada akal sehat, maka satu hal yang harus dilakukan: tahan penilaian, tunggu fakta, Karena sekali reputasi dihancurkan oleh opini liar, tidak semua bisa dipulihkan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *